le voyage

le voyage
Seize every single precious moments in my little gallery, "Le Voyage"

Senin, 13 Maret 2017

Harde

Good afternoon, silent reader.
Been a long time I haven't written this pages.
.
.
I thought, last year was the most beautiful year I passed by, I mean it. I reached everything I want in a year, imagine it in a year. I know right,  what a blast. If I could describe it in a mathematics curve, it would be like I was in the top of my life. As the time keep tickling, I have to move forward and it is looked like going down hill to the slope of a curve.
I felt so comfortable at the top, when I was a volunteer in Scotland botanic garden. My precious two months, everything was so peaceful. I live in my ideal live, surrounded by beautiful flowers and no one judged me down. I was warmly appreciated by the Scottish. Highest gratitude as a foreigner in that country, you have such a beautiful cities and admirable people. That's funny I often got confuse when they started talking with their accent and now I really miss them so much.
.
.
Did I depressed?
I think so, maybe little bit shocked. That's why I'm writing now. Some people say it can help me to reduce the effect.
Sounds evil to feel sad when I fly back home, Indonesia. Can I say, I'm not that save in my own home country ? Facing a lot of social problems in here is seriously frustrating. You got to have a strong mental and ears to stay in here for long time.
Dear Indonesia, you really are a beautiful country. But the people who living in are so......dull. Sorry for not having any better word. Let me ask then, What do you call if you live in a multicultural country but the minority ethnic must be nailed by the majority? What do you call if you were judged, even insulted, by the clothes you were wearing? What do you call if the success people can be measured by how much the balance in their bank saldo? What do you call if every one just think about their own businesses and none of them are ecologically sustainable? "Kill me" That's the first expression strolling in my brain every time I recall those questions.
.
.
Bekasi, 13th of March 2017. I'm hoping to changed this paradigm, soon. Aamiin.

Senin, 23 Januari 2017

Think Logically.

"we might not see each other for quite long" words left on the very edge of my papilla.
A promise to keep praying about our self are hardly abandoned and I will still do. Hope the best luck for us.
.
.
See you in another part of this rounded Earth, mellon!

Senin, 02 Januari 2017

2017

The year has been changing
I've been through countless wonderful journey to survive this far. I'll miss 2016 however.
I'd like to thank to You, dear God, the One who created me and arranged every move I've done

One think I hope for this year: "Let me be a person who always be grateful, even more than the previous year, of every thing you've given to me in the future"

I promised to be a better me.

Senin, 28 November 2016

Cerita 2016: Minions

"Yuhuuu!"
Untuk postingan kali ini, aku ingin berscerita tiga orang sahabatku.
Kami sering berkomunikasi melalui grup bernama seperti yang telah aku tuliskan paling besar di atas.
Arin, Dota, dan Mbak Rima.
Selama di Bandung, mereka lingkaranku, mereka orang - orang pertama aku panggil ketika aku butuh bantuan. Dan selama empat tahun di Bandung, mereka juga yang selalu mengucapkan ulang tahun tepat kepadaku setiap tanggal 18. Aku sangat bersyukur atas kehadiran mereka
.
.
.
Untuk Arin, 
sejak SMA lho rin. Hahaha tidakkah kamu bosan? Reuni SMA ketemu aku, kuliah pun kita sering bersama meski berbeda jurusan. Bahkan kamu sering dikira anak biologi karena cukup mengenal teman - temanku seangkatan. Zaman SMA, kita tergabung dalam kelompok pejuang ITB, entah apa yang aku masukkan ke dalam kepalamu sampai akhirnya kamu terpacu juga untuk ke kampus gajah. Jujur aku bahagia rin, karena aku ke Bandung tidak sendiri. Setidaknya ada kamu, dharma, ajay. Eh, aven datang menyusul. I miss every moments we've passed, guys. Zaman tingkat satu dan dua ketika kita belum sibuk dengan jurusan masing - masing. Bahkan dulu serng ngebolang ke depok tanpa arah yang jelas. Kita hanya tahu bahwa kita ingin bertemu teman kami yang lain. Dasar bocah, sekolah jauh - jauh ke Bandung malah hobinya main. 
Sudah berapa rin, jumlah anak laki - laki yang pernah aku cerita ke kamu? Pasti sudah banyak ya, sampai kamu bosan dan sudah hafal gelagatku kalau aku mulai mengagumi seseorang. Bukan hanya itu, kamu juga tahu kan rekam ipk selama aku kuliah, kebencianku akan kalkulus dan fisika. Dulu waktu masih TPB, kita sering belajar kebut semalam, ah itu masa - masa tidak enak. Yang seru sajalah. Terimakasih ya rin, kamu sudah mau aku ajak untuk sedikit gila dan jalan ke sana - kemari dengan modal nekat. Semoga pelajaran selama beberapa tahun belakangan berfaedah :))
Waktu kamu wisuda kemarin, aku nangis. Ya, aku bahkan bingung kenapa aku tiba - tiba meneteskan air mata. Maaf kalau hari itu aku justru terlihat tidak tulus atas kelulusanmu. Sungguh bukan itu makna dari air mata yaya tanggal 18 Oktober 2015. Aku sedih karena setelah wisuda itu, disadari atau tidak kamu mulai melangkah ke arah yang berbeda dan aku merasa kehilangan, kita mungkin tidak bisa lagi bermain seenak jidat seperti dulu. Allah bless you, rin :')
.
.
Untuk Dota
aku mengenalnya sejak kuliah. Banyak orang yang bilang kami mirip karena kami pendek, cerewet, periang, moody, dan sama - sama dari Biologi. Kalau orang bilang, kami ini mirip minions. Hahahaha begitulah manusia, punya sudut pandang unik masing - masing. 
Mereka bilang mirip ya, padahal sifat kami sangat kontradiktif. Seriously. Aku suka rapi, dota suka berantakan, aku suka terencana, dota suka spontan. aku suka novel fiksi nan tebal, dota suka bacaan ringan seperti komik atau buku resep makanan. aku suka tidak suka masak, dota sangat hobi masak. dll. Banyak kan yang berlawanan? Tapi mungkin dari situ kami belajar untuk saling melengkapi sifat masing - masing. Kami juga pernah kok bertengkar, masalah sepele sih tapi kalau diingat lagi, itu selalu ketika mendekati hari ulang tahunnya. Aku tidak tahu kenapa seperti itu :)) Dota paling tahu cara menghibur yayak, walaupun di luar Dota orangnya hahahihi, sebenarnya dia mengamati setiap detail keadaan. Dot, dengan segala drama yang sudah terjadi 5 tahun ini, aku hanya ingin mengucapkan you're a strong girl, very very strong. Dengan setumpuk masalah yang selalu kamu jumpai setiap hari, yang kalau dari ceritamu selalu ada saja, bahkan bertambah. Tidak perlu kan kalau masalahnya dijabarkan satu persatu di sini? Bisa habis satu page sendiri hahaha. Terimaksih dengan segala bentuk petualangan, baik itu bersama tormon maupun momon. Aku tidak akan pernah menyangka tiga perempat album foto kuliah pasti ada foto kita, ce :')
Sekarang, kamu sedang mengenyam S2, bahkan dapat dukungan ibumu untuk lanjut sampai menjadi dosen. Padahal kalau ingat dulu, kamu sangat menolak untuk jadi dosen atau sekedar melanjutkan pendidikan S2. Kalau kamu ingat, aku kemarin menagis ketika malam sebelum wisuda, ya salah satunya karena another part of my minion will be apart. Bagaimanapun juga, kita akan melanjutkan perjalanan ke arah yang berbeda satu sama lain. Walaupun untuk beberapa saat aku masih tinggal di Sidoarjo atau Surabaya, tapi sudah mulai susah juga kan untuk hanya sekedar main? selalu ada kepentingan lain yang harus diutamakan. Well it's okay, itu wajar kok. Mari manfaatkan waktu yang ada sebaik - baiknya ya~
 

.
.
Untuk Mbak Rima
Kami kenal pertama kali di ikamanggaluh. Mbak rima merupakan tetua, yang artinya orang yang paling tua di angkatan hahahhaha. Mbak rima a.k.a mbak oming menyukai dua hal: bonceel dan photo box! Walaupun boncel sedikit tongos, mbak rima bangga dan tenang memilikinya LOL. Jujur aku tidak erlalu dekat dengan mbak oming sebelumnya, tetapi sebuah insiden yang membuat keadaan berubah. "Insiden apa to yak?" sebuah pertanyaan yang pasti muncul dari pernyataan sebelumnya. Sebenarnya kurang enak untuk diingat, intinya mah sebuah peristiwa yang mendewasakan masing - masing kami. Aku salut dengan caramu menghadapai kenyataan tentang kepulangan ibundamu tercinta. Mungkin kamu tidak banyak cerita tentang hal tersebut ke aku, tapi aku sering sekali diceritakan oleh orang - orang yang langsung berinteraksi denganmu dan akhirnya aku tersentuh ingin ikut mengembalikan semangat mbak oming yang dulu mbak oming yang ceria. You are already in to my strong girl list, mbak rim. God bless you always, ditunggu puzzle kucingnya kalau sudah jadi :D

Minggu, 27 November 2016

Catatan 2016: Reunion

29 Juni 2016. Visaku sudah jadi! I'm ready off to UK, very soon! 
Singkat cerita kemarin waktu di Kuningan City, cukup mudah kok. Yang penting jangan telat, kalau bisa datang setengah jam sebelum appointment time. Karena kalau pakai agen, kamu harus briefing beberapa hal terlebih dahulu. Perihal yang dibriefing biasanya terkait dokumen  saja kok. 
Secepat kilat, tiket pesawat pun sudah siap. 3 Agustus aku berangkat ke negeri Ratu Elizabeth. Rasanya masih seperti mimpi.....
.
.
.
Yak, mari sedikit membahas topik yang lain. Nanti akan ada ada chapter berikutnya yang akan menceritakan salah satu negara yang fenomenal di Inggris.
.
.
Sudah sebulan aku menjalankan puasa, itu berarti Idul Fitri akan dilaksanakan ketika Juli tiba. Waw! Aku sangat semangat karena sudah banyak jadwal yang mengajak untuk reuni bersama teman - teman SD, SMA, Kuliah. Mungkin kalau untuk beberapa orang, hal ini sudah biasa, apalagi setiap idul fitri. Maaf, untukku tahun ini sedikit spesial karena aku tidak diburu - buru untuk balik ke Bandung karena pekuliahan atau tugas akhir sudah menanti. Biar aku jelaskan sedikit, aku lima tahun bersekolah di "sekolah gajah" bandung, lima tahun itu pula aku nyaris tidak bisa ikut reuni bersama teman - teman, bahkan ada beberapa yang harus aku relakan. Jadwal di kampusku aneh, libur ketika kampus lain masih UAS, dan sudah mulai perkuliahan lagi bersamaan dengan libur kampus yang lain. No wonder I always missed them. Itulah mengapa aku sangat senang ketika masih kuliah dapat mencuri waktu untuk bertemu teman - temanku di kampus lain jika perlu yang letaknya di luar kota.
4 Juli 2016. Bocah - bocah sekelas SMA ini datang ke rumahku,
Untuk terakhirnya mungkin mereka main ke pusvetma.
Sedih sih, karena dari dulu rumahku sering dijadikan basecamp untuk main bersama.
Namanya hidup ya, ada pertemuan dan ada juga perpisahan 

10 Juli 2016. Kalau yang ini sama bocah - bocah SD. 
Sudah super sangat lama tidak bertemu mereka. I'm incredibly happy!
Wajah dan suara kami semua sudah banyak yang berubah, tapi tidak untuk memori kami.
Hahahahaha kami masih ingat banyak hal mengenai sekolah tingkat tiga kesayangan,
SD Kemala Bhayangkari 1 Surabaya, kelas B.




Catatan 2016: Pre - departure (3)

6 Juni 2016, aku kembali menghirup udara Bandung. 
.
Hi ya there!
Ini misi khususku di balik perjalanan sambung - menyambung kereta dari satu kota ke kota lain: memberi kejutan pada semua orang! Lebih tepatnya, pada seorang sahabat bernama mbak Nurul. Jadi mbak Nurul dan aku satu angkatan di jurusan biologi. Kami bersama memulai tugas akhir karena kebetulan juga dosen pembimbing kami juga sama, bu Ir. Setiap hari kamu bertemu di lab untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan penelitian tugas akhir atau hanya sekedar streaming film! HA HA HA nakal ya? Seiring berjalannya penelitian, kami berbagi meja TA, botol kultur, bahan TA, alat - alat TA, dan cerita. Aku tidak tahu sejak kapan, sepertinya sahabatku bertambah satu mulai saat itu. Rasanya sakit sekali ketika mengethaui bahwa mbak nurul tidak bisa wisuda di bulan April bersamaku kemarin. Kami memulai semuanya bersama, bagaimana bisa aku harus selesai terlebih dahulu? Rasanya tidak adil. Ketika aku pindah dari Bandung pun rasanya juga sangat berat sekali karena harus meninggalkan lab.



Mbak nurul telah banyak bercerita kehidupan pribadinya kepadaku dan aku tersentuh. Sebagai sosok anak perembuan di keluarganya, dia patut dijadikan teladan seorang wanita. Aku kagum mbak nurul dapat memposisikan dirinya dengan tepat ketika dia harus bertanggung jawab sebagai seorang kakak sekaligus anak pertama yang sedang menjalani penelitian akhir. Di sisi lain pun dia harus bersiap untuk menjadi istri orang. Yes, mbak nurul is a bride soon to be! I'm so happy to hear that. But feel sad at the same time because I can't come to her wedding ceremony :') Sebelumnya aku telah mengetahui kalau mbak nurul akan menikah di saat yang bersamaan dengan wisudanya bulan juli, maka dari itu dia mengundurkan wisudanya bulan oktober (such a big sacrifice, mbak. I remember the way you made that decision. I'm pretty impressed) Bulan Oktober pun aku tidak janji bisa hadir ke Bandung karena aku memperkirakan keluargaku pasti akan banyak membutuhkan bantuanku untuk menyelesaikan setumpuk barang pindahan yang masih harus ditata ke dalam rumah. Maka dari itu, aku menyempatkan waktu untuk bisa datang ke sidang akhirnya. Aku ingin ikut hadir setidaknya salah satu momen penting di hidup sahabatku ini. Karena aku tahu kami akan terpisahkan jarak bahkan zona waktu. Times cruelly goes on, my dear friend.
  • Mbak Nurul: Yay, wisudanya diundur jadi 30 juli
  • Yaya: Wah, makin lama ya. Emang kenapa mbak? *ceritanya belum sadar*
  • Mbak Nurul: Yay, kan jadwal mulanya tgl 23, aku sama masnya udah ngeset tgl nikah seminggu berikutnya, udah pesen gedung juga.............
  • Yaya: Mbak........................................................Trus g i m a n a  a t u h ? *ikut panik*
  • Mbak Nurul: Aku bingung yay, harus pilih yang mana 
  • Yaya: Udah ga bisa diundur lagi ya gedung dan kawan - kawan? 
  • Mbak Nurul: Ga bisa yay, sebenarnya nikahku tgl 30 juli ini kan juga sudah diundur, sebelumnya mau bulan Mei.......................................
  • Yaya: Iya juga ya *desperate dan tidak bisa memberi solusi*
  • Mbak Nurul: Aku udah mikir sih yay beberapa hari ini, aku akan mengundurkan tanggal wisuda. Aku sudah cerita ke ibuku juga. katanya, gapapa teteh ambil toga aja, ntar kita foto2 di rumah sekeluarga. Tapi aku tau yay, aku wisuda itu kan salah satu kebanggaannya bapak ibu aku, aku ga mungkin ngerelain prosesi wisuda giu aja. Kalo soal menikah, itu juga penting karena tanggung jawabnya lebih besar lagi, bahkan melibatkan dua keluarga. Kalau diundur juga nanti apa kata keluarga yang lain, serius ga kalian sih mau menikah?
  • Yaya: Jadi, kamu mau mundur jadi oktober?
  • Mbak Nurul: iya, ini lagi ngurus prosedur penundaan wisuda
  • Yaya: *nahan air mata* trus ibu ir sudah tau?
  • Mbak Nurul: heee belum
Kurang lebih seperti itulah percakapan yang terjadi antara aku dan mbak Nurul setelah selesai sidangnya. Di usia segini muda, dia sudah berani menurunkan ego-nya untuk kepentingan orang banyak. Dia tidak peduli dengan wisnight, wisday, LO, dan pernak - pernik wisuda lain yang kerap dituntut harus ada oleh para calon wisudawan/wisudawati. Prioritas utamanya adalah kebahagiaan keluargaku, that's it. Tidak ada lagi rangkaian kata "aku ini", "aku begitu", "aku mau ini", tidak. Allah bless you, mbak. 

.
.
Aku lupa waktu itu kalau rencana Tuhan itu jauh lebih baik dari rencana yang telah dirancang manusia berminggu - minggu sebelumnya karena sungguh Tuhan telah menggariskan takdir tersebut jauh sebelum kita lahir ke dunia. Sekarang mbak Nurul sudah lulus S1 Oktober kemarin, sidangnya pun berjalan lancar, begitu pula pernikahannya. Aku ikut senang, mbaaaaak :D

Catatan 2016: Pre-departure (2)

Waktu terus berlari, 
semakin banyak yang berubah,
dan hanya aku yang rasanya membeku, berdiri di tempat.
.
.
.
Bulan puasa akhirnya tiba juga!
Ya, bulan Ramadhan sangat dinantikan oleh umat muslim karena banyak keajaiban terjadi di bulan ini bahkan Tuhan menjanjikan kami bahwa Dia akan mengunci para iblis di neraka sehingga kami dapat lebih serius dalam beribadah..... kurang lebih begitu yang selalu diceritakan guru - guruku ketika aku masih di bangku sekolah.
.
.
5 Juni 2016, aku naik kereta pasundan menuju Jogja.Terakhir 2 tahun yang lalu aku main ke sana bersama Arin, another crazy short trip, I still remember it clearly. Kali ini pun sepertinya much more shorter, hanya transit, karena kereta berikutnya yang akan menyambung ke Bandung baru akan datang tengah malam. Jadi aku masih memiliki banyak waktu untuk menghabiskan waktu di sini sejak tengah hari. Siapa lagi yang mau direpotkan lebih kalau bukan Irfan, aku memintanya untuk segera datang dan mengajakku makan. Aku sangat lapar. 
Entah ada jin macam apa yang nyangkut di kepala Irfan, dia mengajakku ke restoran ala ala yang menu utamanya adalah pizza. Dia bilang, "aku ngidam e" honestly aku lebih pingin makanan yang jogja banget, tapi yawislah nurut ae sama yang menjamu. gw dilepas di sini juga gatau mesti ke mana. Kami saling bercerita, dari a-z, tentang wisudanya dan wisudaku, rencana studi selanjutnya atau karir ke depan, dan tidak lupa untuk kepo orang lain hahaha. Ya mau bagaimana lagi, kami sudah berteman sejak SMA, dipertemukan dalam sebuah kelas dan semakin saling mengenal melalui sebuah organisasi berjudul kopsis. Irfan dulu ketua kopsis, meanwhile aku hanya seorang kroco :)) kok aku mau ya. Saat SMA pun kami dan beberapa anak lain yang siap untuk merantau juga saling mendukung mimpi satu sama lain. Kami saling menguatkan ketika semangat mulai kendor, "Kejar terus kawan, kampus impianmu" Ah, tidak cukup satu hari untuk bernostalgia masa SMA. Yang penting, mimpi untuk menjadi salah satu warga kampus impian kami telah tewujud bahkan masanya pun telah usai. Sekarang kami dihadapkan pada banyak persimpangan jalan dan keabu-abuan, itu ujung diskusi sementara kami sebelum lanjut ke Mirota Malioboro untuk mencari beberapa souvenir.



Setelah mendapatkan souvenir yang diinginkan, waktu sudah mendekati maghrib. Kami dan seorang temannya Irfan pergi menuju masjid untuk melaksanakan ibadah tarawih di masjid UGM. Setelah itu membuang waktu malam yang tersisa melalui diskusi sambil mengisi perut dengan chinese food yang porsinya terlampau banyak menurutku ha ha ha (but I prefer this one than the pizza. msg effect) Kaget tiba - tiba di tengah waktu makan ada temannya Irfan yang lain lagi ikut bergabung. Orangnya tinggi, berkulit sawo terlalu matang, dan rambutnya super... koncomu ncen sangar fan. Jadi ceritanya mereka ini anak - anak yang berkecimpung di dunia sos-pol. Bahkan yang dibicarakan pun ada beberapa hal yang aku tidak paham. yaiyalah yay, lu kan kerjaannya ngomongin taneman, bakteri, jamur. 5 tahun aku di dunia kuliah, akhirnya bertemu dengan sosok anak humaniora yang sering digambarkan di bacaan - bacaan, sangarrrrr (sekali lagi). Menjelang tengah malam, aku diantar Irfan untuk kembali ke stasiun dan masih bertukar cerita. Irfan sengaja membuat jalannya berputar - putar, tapi ya memang keretanya masih lama juga. I'm seriouly sleepy and tired at that moment, fan sorry if I answered something nonsense. Bisa dibayangkan kalau Arin dan Gontek ikut bergabung seperti dua tahun lalu, mungkin akan muncul yang namanya enyaki keram mulut karena terlalu banyak ngoceh :)) Panjang sejarahnya kenapa kami sangat suka saling bertukar cerita.
.
.
Perlu disyukuri juga akhirnya kesimpulan pembicaraan ini pun akhirnya didapatkan.
Live your life now, always be grateful of what you have
Melelahkan memang, jalan - jalan seharian, bercerita tanpa henti, tapi aku bahagia setelah bertukar pikiran! Simpel ya solusi kepenatan manusia? Ramadhan tahun ini akhirnya aku masukkan dalam daftar ingatan khusus karena aku melaksanakannya pertama kali di kota asing dan bersama orang - orang yang tidak pernah aku perkirakan sebelumnya. Keep surprising me, dear God. I feel so blessed .