le voyage

le voyage
Seize every single precious moments in my little gallery, "Le Voyage"
Tampilkan postingan dengan label Sweet April. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sweet April. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2016

Catatan 2016: A Warming Heart April (4)

23 April 2016 
Selamat ulang tahun didit! Kata dia ini tanggal yang spesial karena kalau disingkat akan menjadi urutan angka 2-3-4. Boleh dit, boleh.
.
.
Aku tiba di Bandung masih dengan perasaan yang sama seperti di kereta. Ya pandanganku kosong, senang campur sedih jadi satu. Lagi - lagi aku bersikap seperti kebanyakan manusia: memohon kepada waktu untuk berjalan lebih lambat daripada biasanya. Bukan hanya kepada waktu, aku juga berkata kepada kedua orang tuaku untuk memberiku waktu kurang lebih sebulan untuk menyelesaikan semua urusanku yang ada di Bandung sebelum aku harus tinggal di Surabaya. Dalam kurun waktu ini, aku merasa masa - masa sulit. Sulit untuk merelakan segala kisah di Bandung yang pernah terjadi dan kembali ke rumah sebelum aku pergi semakin jauh. Hampir setiap hari aku tidak mau menggunakan motor, aku ingin berjalan. Dengan berjalan, maka aktivitas yang aku lakukan akan terasa lambat dan semakin banyak waktu yang aku miliki untuk menikmati Bandung. Begitulah aku, selalu mencari cara tersendiri untuk mengenang sesuatu atau seseorang yang aku anggap istimewa.
.
Bandung kota yang istimewa untukku karena sejak SD aku sudah sangat ingin dapat mengenyam pendidikan dan hidup di kota yang pernah dijuluki kota kembang. Ya, sekarang Bandung memang sudah berubah dari Bandung yang aku kunjungi pada tahun 2005 silam. Tapi tetap aku menyayangi kota ini dengan segala kekurangannya. Untuk pertama kalinya aku hidup jauh dari orang tua, berusaha untuk menyelesaikan semua masalah secara mandiri, dan berjuang melawan rasa homesick. Di Bandung juga aku mulai menjalin persahabatan dan ikatan saudara tak sedarah dengan beberapa orang, melalui beberapa organisasi. Kita bertemu setiap hari, hidup bersama, berbagi suka maupun duka. LoedroekITB 2011, Nymphaea, Ikamanggaluh, BiologiITB 2011, Aprillion.... ya, aku sayang mereka semua dan pasti akan merindukan mereka jika suatu saat aku harus tinggal jauh dari Indonesia. Bonding yang aku bangun dengan mereka ternyata tumbuh begitu cepat. Bahkan ada beberapa di antaranya terlalu jauh melangkah.




Aku mengalami jatuh hati untuk kesekian kalinya di kota Bandung. Jatuh bangun merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan, yang terlalu possesive, atau yang berekspektasi terlalu jauh. Bohong kalau aku tidak pernah menangis karena cinta. Kalau boleh dikategorikan dulu aku termasuk anak perempuan yang cengeng, mudah tersentuh, dan terlalu baik hati. Padahal papa kerap mengingatkan bahwa sebaiknya aku tidak menangis di depan umum karena itu bisa menunjukkan kelemahanku. Akan tetapi, menurut pendapatku selama masih bisa menangis, menangislah karena tidak semua orang dapat melakukan hal tersebut, bahkan mereka kadang iri kepada orang - orang yang dengan mudah mengeskspresikan perasaan yang ada di dalam hati mereka. Be honest in your one and only life. Suatu saat aku sadar bahwa apa yang dikatakan papa ada benarnya dan sudah seharusnya kita berpikir menggunakan logika sedangkan saat kita merasakan ya gunakanlah hati, jangan ditukar. Entah sejak kapan pola pikirku mulai berubah.
.
Di minggu terakhir bulan favoritku ini, aku memulai hobi baru yaitu mendesain kartu pos sendiri. banyak orang bilang ini aneh dan cukup menyusahkan, tapi bagiku ini hal yang unik dan khas. Even when somebody try to make me down, I will not even care. Aku sudah mengikuti sosial media postcrossing.com sejak beberapa bulan sebelumnya. Hanya saja belum memiliki waktu luang untuk konsentrasi pada bidang surat-menyurat. Aku rasa saat itu ini adalah waktu yang tepat. Jerman, USA, Jepang, dan Rusia merupakan negara yang cukup bagus untuk trial dan meminta feedback dari custom post card. 

Selain itu, aku juga disibukkan untuk menyiapkan beberapa farewell meet-up bersama teman - teman dekat. 29 april 2016, aku main ke rumah didit lagi. Kali ini selain ada cepe dan ibun, angga juga ikut meramaikan acara yang secara spesial diminta cepe karena dia ingin membuat kue. Bahkan aku sudah lupa waktu itu dia bikin kue apa hahahahah yang pasti hasilnya fail hahahahaha gapapa kok cep, toh kita masih bisa makan kan hari itu? :D

Catatan 2016: A Warming Heart April (3)

Memoriku masih berputar di Bulan April. 
.
.
Di acara ulang tahun marwah, kami bertugas sebagai pembaca puisi. Hahahahahaha ini tugas pertama kali yang cukup mengagetkan sih sebenarnya. Baru sebentar kami dikenalkan dota dengan adiknya dan tiba - tiba diminta untuk membuat puisi di ulang tahunnya yang ke-17 :)) Overall, acara berjalan lancar dan semua orang tersenyum bahagia.

Esok hari, senin 18 April 2016. Aku berulang tahun, bertambah tua menjadi 22 tahun. Satu hal yang membuatnya semakin istimewa, aku merayakannya bersama orang - orang yang aku sayangi dan di atas patung Jalesveva Jayamahe. I dropped my tears, for sure. Terimakasih untuk dota dan tante Windra yang sudah berusaha memenuhi salah satu keinginanku, terimakasih banyak. Malamnya pun, aku bisa malam bersama dengan kedua orang tua, dan teman-tema kuliah serta SMA.gizka, abang, irfan, aven, pras, sukses terus untuk kalian, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk main bersama. Semoga masih ada waktu untuk bertemu di tahun - tahun berikutnya. Hari itu rasanya ingin semua berjalan lambat, terlalu sempurna untuk diganti lagi dengan hari baru. Sampai dini hari aku menghabiskan malam untuk berbincang, nostalgia masa SMA bersama lima manusia tersebut. Yah, tapi kami kalah oleh waktu dan rasa kantuk yang pelan - pelan merambat ke dalam mata. Aku pun juga harus mempersiapkan fisik untuk bangun pagi dan mengantar teman - teman dari Bandung yang akan pulang selasa pagi. Bye bye fella, gina, dhila, san, see you when I see you. Semoga kita bisa bertemu lagi di kesempatan yang lain. Setiap orang yang datang, di kehidupanmu, pasti akan pergi. Pada akhirnya hanya ada satu orang teman yang nanti akan aku harap dapat menemaniku hingga akhir hayat. Siapakah itu? we'll see someday.




.
.
.
Ternyata, hari ulang tahun bukan satu - satunya hari di bulan april yang membuat hatiku bungah. Rabu, 20 April 2016, waktu aku sedang melakuak video call dengan kakak di Skotlandia, tetiba ujung pembicaraan menegaskan bahwa Ria harus berangkat ke inggris setelah idul fitri. Keputusan mama, papa, dan kakak sudah bulat. Kamis esoknya aku langsung ke agen travel untuk menanyaan berkas - berkas yang harus dilengkapi untuk pembuatan visa, dilanjutkan hari Jumat aku mulai menyicil melengkapi berkas visa yang belum bisa lengkap sampai bulan depan karena KTP-ku yang berlaku baru akan terbit bulan depan. Melalui proses diskusi yang cepat, segala urusanku di bandung harus diselesaikan secepat mungkin karena semua barangku akan dipindahkan ke Surabaya semua dan Agustus aku harus berangkat ke Inggris. 
22 April 2016 malam hari, aku di dalam kereta mutiara selatan menuju Bandung. Terdiam, mencoba menata satu persatu informasi yang aku terima. Semua begitu cepat, bahkan rencana yang telah aku susun sedemikian rupa saat kembali ke Bandung, porak-poranda. Berantakan yang membahagiakan, sedih menghadapi fakta bahwa aku harus meninggalkan Bandung secepatnya.......

Catatan 2016: A Warming Heart April (2)

Masih April 2016.
Bulan spesial yayay.
Jumat, kami semua bersitirahat setelah melalui trip yang cukup menyita waktu dan tenaga kemarin. Hari yang bermula penuh dengan kedamaian, berubah menjadi penuh drama saat saing menjelang. Entah apa yang salah di kepala ndoy, dia dengan tegas melarang kami untuk ke Madura, Well, padahal aku sudah janjian dengan keluarga di Madura untuk akan berkunjung ke sana hari Sabtu. Sepertinya, pacar temanku yang satu itu sudah punya firasat yang kurang baik, tetapi bingung bagaimana cara menjelaskannya. Dengan segala usaha diskusi serta tawar - menawar, akhirnya kami memutuskan untuk batal ke Gili Labak dan merubah destinasi ke Pacitan. We still want the beaches, please. Kesepakatan telah didapat, semua bersemangat dan siap untuk berangkat malam ini juga, sehingga pantai - pantai Pacitan dapat kita babat habis dalam waktu satu hari, 16 April 2016. Namun, seperti yang aku katakan di awal cerita, terlalu bahagia akan membuat sedih merasa iri karena seolah kita lupa bahagia dan sedih adalah sepasang teman yang tidak bisa terpisahkan. Ibun harus pulang ke Kutoarjo, ada panggilan mendadak dari orang tua dan dota tidak dapat izin dari ndoy. Oh Lord, what else... berat hati sungguh, dua dari kami bertujuh ternyata harus memilih keputusan yang lain. Lebih mengkhawatirkan lagi, tidak ada satupun laki - laki yang menemani kami selama perjalanan. Ya memang supir yang kami sewa adalah seorang laki - laki, tapi kami baru kenal, bagaimana kalau dia ini? dia itu? begini? kalau begitu? Setumpuk pertanyaan khawatir mengiringi keberangkatan kami, lima cewek single yang belum pernah ke pacitan, malam jumat itu.
.
.
Terimakasih Tuhan, ternyata Engkau masih melimpahkan cinta-Mu untuk kami. Supir yang kami sewa bernama mas Arya, orangnya cukup baik, tante Windra meminjamkan salah satu mobil untuk kami, dan jalanan super lancar! berangkat jam 22.00 sampai di pantai Klayar, Pacitan jam 08.00. Berbagai kalimat pujian untuk Tuhan senantiasa kami ucapkan karena semua keindahan alam yang masih dapat kami saksikan di usia yang cukup muda. Pantai Klayar tergolong pantai yang cukup landai dan unik karena terkadang akan terlihat seruling samudra. ya, itu salah satu fenomena ketika momen ombak menabrak batu karang, sehingga air terpantul ke arah vertkal membentuk seruling yang tingginya hampir 3 meter lebih. Pemandangan pantai di sisi lain juga bisa dinikmati dari atas bukit hijau di sebelah timur. Kolom - kolom pantai hasil pengikisan air laut terlihat rapih, bahkan belum tersentuh tangan - tanga manusia.



Destinasi berikutnya adalah pantai Buyutan. Tidak ada yang mengira ternyata pantainya sangat indah. Seperti surga ditengah hiruk - pikuk Bumi. Walaupun pantainya tidak landai, tetapi pasirnya yang putih sekaligus hangat telah menutup semua kekurangan. Mungkin karena track ke sana yang tidak terlalu bagus, jadi tidak banyak orang yang berkunjung ke sini. Belum lagi karena terletak di daerah terpencil, pantai Buyutan tidak ada sinyal. Yes, cocok untuk menghabiskan waktu bersama dengan orang tersayang di sini karena minim disturbansi dari ponsel. Waktu sudah menunjukkan lebih dari tengah hari, kami pun juga telah puas foto dengan berbagai macam angle. 

Pantai ketiga pada destinasi kami adalah Banyu Tibo. Berdasarkan beberapa website yang telah kami baca sebelumnya, pantai ini digolongkan menjadi salah satu yang paling fenomenal karena ada air terjun di pantai yang berasal dari sebuah mata air. Namun, di sini kami kurang beruntung karena pantainya terlalu banyak pengunjung jadi tidak dapat dinikmati secara maksimal. Tidak lama kemudian, kami langsung bertolak pulang, tetapi berkunjung terlebih dahulu ke sebuah restoran sate ponorogo. For a satay lover, this food is a must try. It is different with the common one (maduranese satay)". Terimakasih banyak buat mas Arya, yang telah sabar memenuhi permintaan kami mengunjungi beberapa pantai dan menyetir dengan sangat hati - hati saat tahu kalau sandika mengalami mabuk darat karena jalanannya yang seperti ulir paku. Bahkan kami sudah melewati batas waktu rental, tetapi tidak dikenakan biaya tambahan, that's my main point! 

.
.
Hari minggu yang cerah, saya masih sangat malas untuk bangun dari tempat tidur, sedangkan fella dan gina sudah berangkat beribadah ke gereja dekat apartemen. Hari ini, kami diminta dota untuk ikut meramaikan acara ulang tahun adiknya di hotel......aku lupa namanya, yang pasti letaknya dekat dengan taman bungkul, Surabaya. Berbeda dengan hari - hari sebelumnya, khusus hari ini kami menggunakan transportasi umum untuk pergi ke tempat tujuan. Alhamdulillah, penumpangnya tidak terlalu banyak jadi tempat duduk di bis kota masih banyak yang lowong. Sebelum menuju hotel, kami para bolanger mendadak yang masih belum puas menjelajah kota Surabaya, mampir sebentar ke Surabaya North Quay. Kesan pertamaku, "Where have I been? Since when my city has changed like this? Pelabuhan Surabaya naha jadi keren begini? terheran - teheran. Tempatnya bersih, rapih, dan kalau kata anak muda kekinian, instagramable. Yang paling bikin terpukau adalah pemandangan langit sore dari anjungan pelabuhan, sekaligus patung Jalesveva Jayamahe yang dengan gagah berdiri di dekat jembatan Suramadu. Tidak sadar, aku menyeletuk di dalam hati andai saja aku bisa berdiri di dekat patung tersebut. Itu salah satu icon Surabaya yang tidak semua orang bisa masuk ke dalam karena terletak di dalam restricted area, ya area militer TNI angkatan laut.


Catatan 2016: A Warming Heart April (1)

PROLOG:
19 November 2016,
Selamat pagi dari Bandung, kota yang telah mendewasakan aku dan mengajarkan banyak hal mengenai hidup serta cinta. Sudah sekitar enam bulan aku tidak bertegur sapa dengan kota ini. Awalnya aku mengira akan tidak merindukannya, ternyata aku salah. Ada sepercik lompatan bunga api bahagia ketika aku ada di bis menuju Bandung kemudian mendengar logat sunda yang cukup kental terucap dari beberapa penumpang. Begitulah manusia, terkadang suka mengeklaim bahwa mereka telah memahami diri masing - masing. Padahal hanya Tuhan yang Maha Mengetahui, jangan pernah mendahului kehendak atau perkiraanya, kalem weh nyak. 

Well, melalui tulisan ini aku dengan khusus akan menyampaikan sebuah kisah tentang pengalamanku tiga bulan terakhir (kalau mampu setahun terakhir) tentang hidup. Ya, tahun 2016 ini cukup mengesankan untuk aku, banyak turning point terjadi dalam diri, baik itu aku sadari maupun tidak. Rasa - rasanya tahun ini patut aku dokumentasikan supaya kelak mungkin ketika aku bosan dengan tuntutan masa depan,  aku dapat membaca kembali kisahku tahun ini yang penuh dengan "emas" dan kembali semangat untuk menemukan "emas" yang lain di lembaran baru setiap harinya. Bisa juga apabila aku sudah punya anak serta cucu, tahun ini akan aku jadikan kisah khusus sebelum tidur yang akan kuceritakan tidak cukup dalam satu malam. Ya, Ibu/nenekmu ini begitu bahagia di 2016, nak :)
Jika aku memiliki mesin waktu, mungkin aku ingin meletakkan tahun 2016 dalam pengaturan spesial sehingga bisa kuulang kapan pun aku mau, momen, orang - orang, suasana sekitar, semuanya begitu menghangatkan hati. Akan tetapi tidak, aku diajarkan oleh orang tuaku untuk selalu bergerak ke dapan.  Pengalaman pun mengajarkanku untuk tidak terlalu bahagia dalam satu kondisi karena terlalu bahagia dapat membuat kita lupa cara menghadapi sedih. 

Sejak April lalu, aku ingin menulis ini hanya saja keinginan tersebut tersendat keidealisanku sendiri yang bersih keras menceritakannya dalam bahasa inggris. Selain itu, rasanya waktu masih belum berpihak, selalu ada yang berusaha menggeser prioritas menulis ini menjadi nomor kesekian untuk dipenuhi. Seiring berjalannya waktu, momen - momen berharga yang aku lewati semakin banyak. Bahkan otakku hampir tidak bisa membendung semua emosi yang terkadang masih datang dan pergi setiap mengingat semua itu. Dengan kata lain, aku bisa gila karena kebahagiaan. Aneh bukan? ada orang yang menjadi gila karena terlalu bahagia. Lebih bahaya lagi jika virus lupa yang pelan - pelan mematikan sel - sel neuron otak seiring bertambahnya umur. Ada pepatah mengatakan juga perbedaan zaman prasejarah dengan tidak adalah dihasilkannya sebuah tulisan. Hey, aku manusia zaman kini bukan sejarah maupun prasejarah. Jadi, seharusnya aku bisa menghasilkan lebih dari sekedar tulisan.
.
.
.
April, 2016.
Masih teringat jelas di ingatanku bulan tersebut. Jujur, aku tidak mampu berkata karena akhirnya aku bisa melihat senyuman puas dari kedua orang tua, dosen pembimbing, om-tante, kakak, dan teman - teman. Alhamdulillah, aku dapat menyelesaikan studi S1 di biologi ITB. Tepatnya tanggal 2 April aku officially bernama Wahyu Ria Triastuti S.Si.

"Wellcome to the club!" kalau kata teman - teman. Sejak lulus sidang memang aku berniat, tidak akan langsung mencari kerja atau kuliah S2. Ya, aku ingin menikmati segala aktivitas yang aku suka sebagai pengangguran untuk 2 - 3 bulan ke depan  hahahahaha dasarnya bocah petualang, msih suka jalan sana - sini. Setelah rrasa haus berpetualang terpenuhi dan aku merasa puas, come here quick dear job or master program acceptance letter ~ 
.
.
Dalam beberapa hari aku berubah prinsip, berturut - turut aku mencari dan mendaftar banyak pekerjaan karena sadar kondisi keuangan keluarga yang semakin lama tidak lagi dapat diandalkan kecuali diriku sendiri. Tapi sekali lagi, jangan pernah mendahului takdir-Nya, hanya Allah yang berhak mengatur ke mana manusia-Nya harus berjalan. Yaps, masa berlaku KTP-ku habis, padahal kalau mau melamar pekerjaan, fotokopi KTP yang berlaku jelas sanagt dibutuhkan. Okay, dengan minimnya pilihan, aku harus pulang ke Surabaya untuk menyelesaikan salah satu dokumen kependudukan yang kalau tidak segera diselesaikan akan berakibat fatal. Tidak disangka - sangka, jiwa bertualang pun keluar dalam sekejap hahaha, aku iseng mengajak beberapa teman untuk main ke Surabaya dan melakukan perjalanan singkat ke Gili Labak Madura. Dengan segala proses rekruitmen anggota yang mau ikut ke Surabaya, akhirnya terbentuklah tim kecil kami: Yaya, Gina, Fella, Dhila, Ibun, San, Dota. Yap, kami bertujuh. Sebenarnya, aku berharap Didit dan Cepe bisa ikut meramaikan tapi Didit terhalang izin dari orang tua sedangkan Cepe merasa bersalah kepada orang tua karena terlalu banyak main. Well, semoga suatu saat nanti aku bisa ngebolang sama kalian berdua ya, InsyaAllah :D
.
.
Tujuh orang telah ditetapkan untuk menjadi sekawan dalam seminggu selama di Jawa Timur. Jujur, ini kombinasi yang aneh hahaha karena lingkaran ini baru terasa akrab ketika di Aprillion. Nama jenis apakah itu Aprillion? Itu sebutan untuk anak - anak biologi 2011 yang lulus di bulan April 2016. Kenapa ada -ion? karena diambil dari kata minion yang menggambarkan ukuran badan kami yang kecil - kecil seperti minion dan suka bikin ribut. Ah, I already miss you, dear Aprillion <3.




Show must go on. Tim Bandung (aku, gina, fella, dhila, ibun) menginap di rumah gina tanggal 11 April 2016, hari senin, malam hari. Menurut kami, dengan begini akan menghemat waktu untuk sampai di Stasiun Kiara Condong esok harinya. Hahahaha rumah gina menjadi sangat ramai, hampura nyak gin wkwkwk rumahnya diacak-acak. Selasa 12 April 2016, pagi hari, semua berjalan sesuai rencana. Dengan fasilitas kereta ekonomi pasundan yang sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya, kami cukup nyaman selama perjalanan berlangsung. Walaupun ada salah satu penumpang mencurigakan yang cukup mengusik ketenangan. Sudahlah, tidak perlu mengisahkan orang tersebut di sini, toh kesalahannya tidak terbukti jadi kami pun tidak berhak menjatuhkan prasangka buruk apapun kepadanya. Sepanjang perjalanan di kereta, waktu kami habiskan untuk bernostalgia tentang kuliah lapangan ketika kami masih mahasiswa. Ada rasa baper setiap membicarakan kisah selama kuliah. Kurang lebih seperti daun pepaya rasanya, pahit - pahit enak :))
Cek poin kereta pertama yaitu di kota yogyakarta, kami kelaparan dan mencari makan siang di luar kereta. Super nekat sih sebenarnya. Aku dan fella cukup merasakan adrenalin yang mengalir di darah kami terutama ketika harus menembus sekian kerumunan manusia yang ada diperon sedangkan waktu yang kami miliki sebelum kereta berangkat, cukup terbatas! Sekitar 15 atau 20 menit kereta berhenti, tetapi keramaian stasiun yang membuat kami semakin panik. Yippiee! kami berhasil, lima potong ayam goreng dan nasi berhasil dibeli untuk makan siang bersama di dalam kereta. Nyemil, tidur, nyemil, tidur, rambut berantakan, krudung miring kesana - sini, muka kusam, kami tidak peduli, kebut saja pak masinis! Lewat waktu maghrib, kami mulai merasa bosan. Alhasil banyak lelucon yang saling kami lemparkan tidak koheren satu sama lain hahaha tabiat masing - masing orang pun mulai terlihat. Ini yang aku suka dari sebuah perjalan bersama, kamu akan mengenal orang tersebut lebih dalam dari hari - hari biasa.
22.00 akhirnya aku bisa berkata, "Halo Surabaya! Panas tapi ngangenin". Dota dan Ndoy menjemput kami, di Gubeng dan langsung makan malam di tahu tek Pak Jayen. Nikmat tiada tara memang makanan khas Surabaya yang satu ini. Alhamdulillah, rasanya pun cocok di lidah teman - teman dari Bandung. fella, dhila, gina, ibun tidur di apartemen Dota. Terimakasih ya Dotace yang sudah menyupport segala akomodasi di Surabaya, God bless you and family.

13 April 2016, aku mengurus pembaruan KTP dan SKCK, sedangkan yang lain diajak dota keliling Surabaya. Malamnya, mereka sempatkan untuk ke rumah vetma untuk menjemputku karena kamis pagi besok harus segera bertolak ke Malang . Di malang kami berkunjung ke rumah sandika dan dilanjut ke air terjun coban rondo. Seharian jadi orang norak, foto sana - sini, grufy, cobain jajan ini itu, banyak hal lah pokoknya! Dan yang spesial dari perjalanan ini, akhirnya aku meliaht gina seharian tanpa laptop! hahahaha bu sekjen yang tidak bisa lepas dari rutinitas kerja himpunan dan lab yang tidak kunjung beres, saat itu dapat merasakan liburan yang sebenar - benarnya. Makan di kedai Sumochi, foto ala sandika di alun - alun kota malang, mengunjungi museum Malang Tempoe Doeloe, terakhir kami tutup hari bahagia ini dengan makan nasi cumi. Kesanku untuk kuliner yang satu ini, m.a.n.t.a.p! Paling yahud nasi rawon yang biasa menggunakna daging sapi, tapi di sini diganti dengan daging cumi. Fabiayyi ala iroobikuma tukadziban...... puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala nikmat dan kebahagiaan yang tercurah hingga malam usai.