le voyage

le voyage
Seize every single precious moments in my little gallery, "Le Voyage"

Sabtu, 19 November 2016

Catatan 2016: A Warming Heart April (2)

Masih April 2016.
Bulan spesial yayay.
Jumat, kami semua bersitirahat setelah melalui trip yang cukup menyita waktu dan tenaga kemarin. Hari yang bermula penuh dengan kedamaian, berubah menjadi penuh drama saat saing menjelang. Entah apa yang salah di kepala ndoy, dia dengan tegas melarang kami untuk ke Madura, Well, padahal aku sudah janjian dengan keluarga di Madura untuk akan berkunjung ke sana hari Sabtu. Sepertinya, pacar temanku yang satu itu sudah punya firasat yang kurang baik, tetapi bingung bagaimana cara menjelaskannya. Dengan segala usaha diskusi serta tawar - menawar, akhirnya kami memutuskan untuk batal ke Gili Labak dan merubah destinasi ke Pacitan. We still want the beaches, please. Kesepakatan telah didapat, semua bersemangat dan siap untuk berangkat malam ini juga, sehingga pantai - pantai Pacitan dapat kita babat habis dalam waktu satu hari, 16 April 2016. Namun, seperti yang aku katakan di awal cerita, terlalu bahagia akan membuat sedih merasa iri karena seolah kita lupa bahagia dan sedih adalah sepasang teman yang tidak bisa terpisahkan. Ibun harus pulang ke Kutoarjo, ada panggilan mendadak dari orang tua dan dota tidak dapat izin dari ndoy. Oh Lord, what else... berat hati sungguh, dua dari kami bertujuh ternyata harus memilih keputusan yang lain. Lebih mengkhawatirkan lagi, tidak ada satupun laki - laki yang menemani kami selama perjalanan. Ya memang supir yang kami sewa adalah seorang laki - laki, tapi kami baru kenal, bagaimana kalau dia ini? dia itu? begini? kalau begitu? Setumpuk pertanyaan khawatir mengiringi keberangkatan kami, lima cewek single yang belum pernah ke pacitan, malam jumat itu.
.
.
Terimakasih Tuhan, ternyata Engkau masih melimpahkan cinta-Mu untuk kami. Supir yang kami sewa bernama mas Arya, orangnya cukup baik, tante Windra meminjamkan salah satu mobil untuk kami, dan jalanan super lancar! berangkat jam 22.00 sampai di pantai Klayar, Pacitan jam 08.00. Berbagai kalimat pujian untuk Tuhan senantiasa kami ucapkan karena semua keindahan alam yang masih dapat kami saksikan di usia yang cukup muda. Pantai Klayar tergolong pantai yang cukup landai dan unik karena terkadang akan terlihat seruling samudra. ya, itu salah satu fenomena ketika momen ombak menabrak batu karang, sehingga air terpantul ke arah vertkal membentuk seruling yang tingginya hampir 3 meter lebih. Pemandangan pantai di sisi lain juga bisa dinikmati dari atas bukit hijau di sebelah timur. Kolom - kolom pantai hasil pengikisan air laut terlihat rapih, bahkan belum tersentuh tangan - tanga manusia.



Destinasi berikutnya adalah pantai Buyutan. Tidak ada yang mengira ternyata pantainya sangat indah. Seperti surga ditengah hiruk - pikuk Bumi. Walaupun pantainya tidak landai, tetapi pasirnya yang putih sekaligus hangat telah menutup semua kekurangan. Mungkin karena track ke sana yang tidak terlalu bagus, jadi tidak banyak orang yang berkunjung ke sini. Belum lagi karena terletak di daerah terpencil, pantai Buyutan tidak ada sinyal. Yes, cocok untuk menghabiskan waktu bersama dengan orang tersayang di sini karena minim disturbansi dari ponsel. Waktu sudah menunjukkan lebih dari tengah hari, kami pun juga telah puas foto dengan berbagai macam angle. 

Pantai ketiga pada destinasi kami adalah Banyu Tibo. Berdasarkan beberapa website yang telah kami baca sebelumnya, pantai ini digolongkan menjadi salah satu yang paling fenomenal karena ada air terjun di pantai yang berasal dari sebuah mata air. Namun, di sini kami kurang beruntung karena pantainya terlalu banyak pengunjung jadi tidak dapat dinikmati secara maksimal. Tidak lama kemudian, kami langsung bertolak pulang, tetapi berkunjung terlebih dahulu ke sebuah restoran sate ponorogo. For a satay lover, this food is a must try. It is different with the common one (maduranese satay)". Terimakasih banyak buat mas Arya, yang telah sabar memenuhi permintaan kami mengunjungi beberapa pantai dan menyetir dengan sangat hati - hati saat tahu kalau sandika mengalami mabuk darat karena jalanannya yang seperti ulir paku. Bahkan kami sudah melewati batas waktu rental, tetapi tidak dikenakan biaya tambahan, that's my main point! 

.
.
Hari minggu yang cerah, saya masih sangat malas untuk bangun dari tempat tidur, sedangkan fella dan gina sudah berangkat beribadah ke gereja dekat apartemen. Hari ini, kami diminta dota untuk ikut meramaikan acara ulang tahun adiknya di hotel......aku lupa namanya, yang pasti letaknya dekat dengan taman bungkul, Surabaya. Berbeda dengan hari - hari sebelumnya, khusus hari ini kami menggunakan transportasi umum untuk pergi ke tempat tujuan. Alhamdulillah, penumpangnya tidak terlalu banyak jadi tempat duduk di bis kota masih banyak yang lowong. Sebelum menuju hotel, kami para bolanger mendadak yang masih belum puas menjelajah kota Surabaya, mampir sebentar ke Surabaya North Quay. Kesan pertamaku, "Where have I been? Since when my city has changed like this? Pelabuhan Surabaya naha jadi keren begini? terheran - teheran. Tempatnya bersih, rapih, dan kalau kata anak muda kekinian, instagramable. Yang paling bikin terpukau adalah pemandangan langit sore dari anjungan pelabuhan, sekaligus patung Jalesveva Jayamahe yang dengan gagah berdiri di dekat jembatan Suramadu. Tidak sadar, aku menyeletuk di dalam hati andai saja aku bisa berdiri di dekat patung tersebut. Itu salah satu icon Surabaya yang tidak semua orang bisa masuk ke dalam karena terletak di dalam restricted area, ya area militer TNI angkatan laut.


Catatan 2016: A Warming Heart April (1)

PROLOG:
19 November 2016,
Selamat pagi dari Bandung, kota yang telah mendewasakan aku dan mengajarkan banyak hal mengenai hidup serta cinta. Sudah sekitar enam bulan aku tidak bertegur sapa dengan kota ini. Awalnya aku mengira akan tidak merindukannya, ternyata aku salah. Ada sepercik lompatan bunga api bahagia ketika aku ada di bis menuju Bandung kemudian mendengar logat sunda yang cukup kental terucap dari beberapa penumpang. Begitulah manusia, terkadang suka mengeklaim bahwa mereka telah memahami diri masing - masing. Padahal hanya Tuhan yang Maha Mengetahui, jangan pernah mendahului kehendak atau perkiraanya, kalem weh nyak. 

Well, melalui tulisan ini aku dengan khusus akan menyampaikan sebuah kisah tentang pengalamanku tiga bulan terakhir (kalau mampu setahun terakhir) tentang hidup. Ya, tahun 2016 ini cukup mengesankan untuk aku, banyak turning point terjadi dalam diri, baik itu aku sadari maupun tidak. Rasa - rasanya tahun ini patut aku dokumentasikan supaya kelak mungkin ketika aku bosan dengan tuntutan masa depan,  aku dapat membaca kembali kisahku tahun ini yang penuh dengan "emas" dan kembali semangat untuk menemukan "emas" yang lain di lembaran baru setiap harinya. Bisa juga apabila aku sudah punya anak serta cucu, tahun ini akan aku jadikan kisah khusus sebelum tidur yang akan kuceritakan tidak cukup dalam satu malam. Ya, Ibu/nenekmu ini begitu bahagia di 2016, nak :)
Jika aku memiliki mesin waktu, mungkin aku ingin meletakkan tahun 2016 dalam pengaturan spesial sehingga bisa kuulang kapan pun aku mau, momen, orang - orang, suasana sekitar, semuanya begitu menghangatkan hati. Akan tetapi tidak, aku diajarkan oleh orang tuaku untuk selalu bergerak ke dapan.  Pengalaman pun mengajarkanku untuk tidak terlalu bahagia dalam satu kondisi karena terlalu bahagia dapat membuat kita lupa cara menghadapi sedih. 

Sejak April lalu, aku ingin menulis ini hanya saja keinginan tersebut tersendat keidealisanku sendiri yang bersih keras menceritakannya dalam bahasa inggris. Selain itu, rasanya waktu masih belum berpihak, selalu ada yang berusaha menggeser prioritas menulis ini menjadi nomor kesekian untuk dipenuhi. Seiring berjalannya waktu, momen - momen berharga yang aku lewati semakin banyak. Bahkan otakku hampir tidak bisa membendung semua emosi yang terkadang masih datang dan pergi setiap mengingat semua itu. Dengan kata lain, aku bisa gila karena kebahagiaan. Aneh bukan? ada orang yang menjadi gila karena terlalu bahagia. Lebih bahaya lagi jika virus lupa yang pelan - pelan mematikan sel - sel neuron otak seiring bertambahnya umur. Ada pepatah mengatakan juga perbedaan zaman prasejarah dengan tidak adalah dihasilkannya sebuah tulisan. Hey, aku manusia zaman kini bukan sejarah maupun prasejarah. Jadi, seharusnya aku bisa menghasilkan lebih dari sekedar tulisan.
.
.
.
April, 2016.
Masih teringat jelas di ingatanku bulan tersebut. Jujur, aku tidak mampu berkata karena akhirnya aku bisa melihat senyuman puas dari kedua orang tua, dosen pembimbing, om-tante, kakak, dan teman - teman. Alhamdulillah, aku dapat menyelesaikan studi S1 di biologi ITB. Tepatnya tanggal 2 April aku officially bernama Wahyu Ria Triastuti S.Si.

"Wellcome to the club!" kalau kata teman - teman. Sejak lulus sidang memang aku berniat, tidak akan langsung mencari kerja atau kuliah S2. Ya, aku ingin menikmati segala aktivitas yang aku suka sebagai pengangguran untuk 2 - 3 bulan ke depan  hahahahaha dasarnya bocah petualang, msih suka jalan sana - sini. Setelah rrasa haus berpetualang terpenuhi dan aku merasa puas, come here quick dear job or master program acceptance letter ~ 
.
.
Dalam beberapa hari aku berubah prinsip, berturut - turut aku mencari dan mendaftar banyak pekerjaan karena sadar kondisi keuangan keluarga yang semakin lama tidak lagi dapat diandalkan kecuali diriku sendiri. Tapi sekali lagi, jangan pernah mendahului takdir-Nya, hanya Allah yang berhak mengatur ke mana manusia-Nya harus berjalan. Yaps, masa berlaku KTP-ku habis, padahal kalau mau melamar pekerjaan, fotokopi KTP yang berlaku jelas sanagt dibutuhkan. Okay, dengan minimnya pilihan, aku harus pulang ke Surabaya untuk menyelesaikan salah satu dokumen kependudukan yang kalau tidak segera diselesaikan akan berakibat fatal. Tidak disangka - sangka, jiwa bertualang pun keluar dalam sekejap hahaha, aku iseng mengajak beberapa teman untuk main ke Surabaya dan melakukan perjalanan singkat ke Gili Labak Madura. Dengan segala proses rekruitmen anggota yang mau ikut ke Surabaya, akhirnya terbentuklah tim kecil kami: Yaya, Gina, Fella, Dhila, Ibun, San, Dota. Yap, kami bertujuh. Sebenarnya, aku berharap Didit dan Cepe bisa ikut meramaikan tapi Didit terhalang izin dari orang tua sedangkan Cepe merasa bersalah kepada orang tua karena terlalu banyak main. Well, semoga suatu saat nanti aku bisa ngebolang sama kalian berdua ya, InsyaAllah :D
.
.
Tujuh orang telah ditetapkan untuk menjadi sekawan dalam seminggu selama di Jawa Timur. Jujur, ini kombinasi yang aneh hahaha karena lingkaran ini baru terasa akrab ketika di Aprillion. Nama jenis apakah itu Aprillion? Itu sebutan untuk anak - anak biologi 2011 yang lulus di bulan April 2016. Kenapa ada -ion? karena diambil dari kata minion yang menggambarkan ukuran badan kami yang kecil - kecil seperti minion dan suka bikin ribut. Ah, I already miss you, dear Aprillion <3.




Show must go on. Tim Bandung (aku, gina, fella, dhila, ibun) menginap di rumah gina tanggal 11 April 2016, hari senin, malam hari. Menurut kami, dengan begini akan menghemat waktu untuk sampai di Stasiun Kiara Condong esok harinya. Hahahaha rumah gina menjadi sangat ramai, hampura nyak gin wkwkwk rumahnya diacak-acak. Selasa 12 April 2016, pagi hari, semua berjalan sesuai rencana. Dengan fasilitas kereta ekonomi pasundan yang sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya, kami cukup nyaman selama perjalanan berlangsung. Walaupun ada salah satu penumpang mencurigakan yang cukup mengusik ketenangan. Sudahlah, tidak perlu mengisahkan orang tersebut di sini, toh kesalahannya tidak terbukti jadi kami pun tidak berhak menjatuhkan prasangka buruk apapun kepadanya. Sepanjang perjalanan di kereta, waktu kami habiskan untuk bernostalgia tentang kuliah lapangan ketika kami masih mahasiswa. Ada rasa baper setiap membicarakan kisah selama kuliah. Kurang lebih seperti daun pepaya rasanya, pahit - pahit enak :))
Cek poin kereta pertama yaitu di kota yogyakarta, kami kelaparan dan mencari makan siang di luar kereta. Super nekat sih sebenarnya. Aku dan fella cukup merasakan adrenalin yang mengalir di darah kami terutama ketika harus menembus sekian kerumunan manusia yang ada diperon sedangkan waktu yang kami miliki sebelum kereta berangkat, cukup terbatas! Sekitar 15 atau 20 menit kereta berhenti, tetapi keramaian stasiun yang membuat kami semakin panik. Yippiee! kami berhasil, lima potong ayam goreng dan nasi berhasil dibeli untuk makan siang bersama di dalam kereta. Nyemil, tidur, nyemil, tidur, rambut berantakan, krudung miring kesana - sini, muka kusam, kami tidak peduli, kebut saja pak masinis! Lewat waktu maghrib, kami mulai merasa bosan. Alhasil banyak lelucon yang saling kami lemparkan tidak koheren satu sama lain hahaha tabiat masing - masing orang pun mulai terlihat. Ini yang aku suka dari sebuah perjalan bersama, kamu akan mengenal orang tersebut lebih dalam dari hari - hari biasa.
22.00 akhirnya aku bisa berkata, "Halo Surabaya! Panas tapi ngangenin". Dota dan Ndoy menjemput kami, di Gubeng dan langsung makan malam di tahu tek Pak Jayen. Nikmat tiada tara memang makanan khas Surabaya yang satu ini. Alhamdulillah, rasanya pun cocok di lidah teman - teman dari Bandung. fella, dhila, gina, ibun tidur di apartemen Dota. Terimakasih ya Dotace yang sudah menyupport segala akomodasi di Surabaya, God bless you and family.

13 April 2016, aku mengurus pembaruan KTP dan SKCK, sedangkan yang lain diajak dota keliling Surabaya. Malamnya, mereka sempatkan untuk ke rumah vetma untuk menjemputku karena kamis pagi besok harus segera bertolak ke Malang . Di malang kami berkunjung ke rumah sandika dan dilanjut ke air terjun coban rondo. Seharian jadi orang norak, foto sana - sini, grufy, cobain jajan ini itu, banyak hal lah pokoknya! Dan yang spesial dari perjalanan ini, akhirnya aku meliaht gina seharian tanpa laptop! hahahaha bu sekjen yang tidak bisa lepas dari rutinitas kerja himpunan dan lab yang tidak kunjung beres, saat itu dapat merasakan liburan yang sebenar - benarnya. Makan di kedai Sumochi, foto ala sandika di alun - alun kota malang, mengunjungi museum Malang Tempoe Doeloe, terakhir kami tutup hari bahagia ini dengan makan nasi cumi. Kesanku untuk kuliner yang satu ini, m.a.n.t.a.p! Paling yahud nasi rawon yang biasa menggunakna daging sapi, tapi di sini diganti dengan daging cumi. Fabiayyi ala iroobikuma tukadziban...... puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala nikmat dan kebahagiaan yang tercurah hingga malam usai.




Minggu, 31 Juli 2016

Favor

X: Then what are you planning to? Do you want to settle in Surabaya after 5 year living in Bandung?

Y: If you ask me that question, of course my answer will be "No". I clearly know Surabaya is better, everything are more organized than Bandung. But something left in that small town which is hard to explain. Yeah, maybe because there was the first time moment I became ME. I can live in my own way, although I still depend on my financial to my parents. That's my principle, as strong as I can, I want to widen my comfort zone. Apart from those reasons, I realized that people can not enforce what they want without God's permission. Expecting too much will lead us back to conservative thought and our life will always feel sparseness, hatred and I don't like it. My age is too short to be filled such that taste. Imho, a whole-hearted person for every God's giving is the most suitable method to fill up the rest of our days. 
We've received a lot of miracles from God every day; remember our breath, the limitless memories, a very kind family, parents, friends, even as simple as a peaceful milieu during our sleep and wake up. So which of the favors of your Lord would you deny?

Cheers! -yy-

notes: I am not the religious people, but surely I am the seeker of life's happiness and graces.

Senin, 25 Juli 2016

Passion

Let me tell you, I just graduated from college  as a bachelor. Yippie ~ 
I am happy but I am also not. 

Feeling not happy doesn't mean I am not thankful to the Mighty, does it?
.
.
.
Just like my departure in few days later, I'm terribly happy. In the other side I'm shocking too face the fact that I must leave Bandung soon. My heart was broken that night. For some reason, I can't tell, going back home to Surabaya before the the flight day is the best decision. 

If I could arrange some word about Bandung, it will be: a special town. Bandung changed me a lot about how to live on, gave me the purity of life science, let my heart in some love stories, blessed me with a warmth friendship, and introduced to my passion. 
You'll always have some neurons in my brain, Bandung :)
.
.
.

You know, passion can not be fooled. It grows in your body secretly and stronger by the time, without permission. Plantation and conservation is my passion. I really really want to build  my own botanical garden which is fit for Indonesia's plants and there's a 'little climatron' to keep some subtropic species. Soon, this botanical garden will open an education program to public. Before that, I will make people love the plants to urban farming. Plants in their house can help almost all daily needs, especially food. When everyone start to love plants, maybe the destruction of remaining forest will be decreased because they realized the use of plant as the key species in life chain. Such a naive idea,s ikr. But I am the happiest woman if I can make that true :') 

Those things keep calling me where ever I walked. But sadly I can't prove to my parents, even to my self, that my passions are capable to support my life. In the future, I want to show my junior the beauty of Earth through plants. So that they can be the ones who always protect Earth from the human greed disaster. I feel so pain every time I see the news or watch live that too much natural resources are taken and abused by human, my kin. 
.
.
.
Hahahaha a lot of uncertain things after I passed the college life. Meanwhile I'm the typical woman who doesn't like uncertainty. One thing that I'm sure, God will show me the way to my goal as long as it's a good goal. 

Cheers! yy 


Kamis, 21 Juli 2016

I DO NOT KNOW.

Good night, readers! Today is Wednesday, July 20th 2016....... it's 14 day before my depart day. Where am I going? UK, for two months.
When I said that to other people, they'll response, "Cool ! What are you doing there? Continue your study?" then I'll whisper the "Aamiin" silently. I really do want to continue my study in this most wealthy country on Earth, but I pull back my mind because some bad issues are happening there now.
Okay, focus on the first question and this is my answer: I don't know, really. Do I stupid? Maybe. Hahahahaaa
My dad version: Ria have vacation to UK because she can meet some proffesors who will promote her in master program. (Probably, Dad. imho the chance about that is too little)
My sister version: Just enjoy your vacation, so that you can refresh your mind and get better when arrived Indonesia.
My brother version: Both of them are right.
Me: Lalalalala well, I prefer to the 2nd opinion but I do want to suceed the 1st one. Let's find the win-win solution........I am offering myself to be a volunteer in one of UK botanical garden. wkwkwk there is still no response from them until now though. Please answer my email dear Mr/Mrs admin *begging*
So, what am I doing in UK then? A journey without purpose will be boring, I know it.
.
.
.

After I think again, I have a decision. This is the reason I have to gto to UK: helping my sister to take care of her children and be followed by some good faiths. Aamiin. I believe a good starting will be great in the end.

Minggu, 10 April 2016

Having Family

 

This thought, it just so sudden after I tweeted this. Lol. I think it worth to share because a lot of my friends decided to marry in young age. Meanwhile my self just ask silently in the air, "Why are you guys so fast? Give me some reasons unless the biological factor." Maybe it can be some of consideration.

I may get trouble to talk about having family in the recent time, you know. When a girl or boy who start their 20s and ask like me, some of readers could think that, "hahaha she's lying, she actually want badly to get married". Okay my first response: who the hell on Earth do not want live happily ever after? with their love, a companion of life, until the death separate them. But please people, don't judge people as fast as the tweets appeared every second. When somebody have a question like me, it doesn't  mean he or she avoid to get married, to have a boy or girl friend, or to start a serious relationship with their spouse. Because having a family with good predicate isn't easy as, "Next year I am going to propose or get proposed and then months later I'll marry her or get married by him, and blablablabla". For me, having a good family come from a good marriage too. 

Marriage, in freedictionary.com is defined as a state or relationship of living together in a legal partnerships. More than it, marriage is something important for me, but it doesn't mean big and luxury. You can not do that like buying some street foods, spend almost your whole gold bucket for a night just to satisfy your temporary desire. Indeed It's once, but the effect may change your entire life time. Funny huh? When people shorten that previous statement become, "once in life time, so that I have to make a superb ceremony for it and the world must know, even the stranger that I met yesterday!". IMHO, that primitive. Sorry.

Okay, I am not the one who experienced that married-things directly but I saw the real stories from my closest family and concluded some points about good married. 
Marriage is not about rushing time, but taking time.
Marriage is not about looking for similarity, but completing the riddles.
Marriage is not about two people, but two-wenty times people because it will involve each big family.
and.......last,
Marriage is not happening in one night, but every day when you wake up: face the world together, solve the problem hand in hand , and of course trust each other. 

There is no "love" in my explanation, isn't it. How dare? People, when you marry some one of course it's because you like him/her and you love him/her. But do not only say that special magic word when your D-day come. It's a commitment, dude. Not a romantic drama where love is everything. If you said only love, it showed that emotion win and the logic lose. That is what you always see in playboy or pussy girl, let's call the "premature". Everyone used to be them, not even me :)) 
Secondly, I don't mention money literally before. How come? Well, I don't say you have to be rich when you start to plan the marriage. But at least you must think that love can not be eaten, it's invisible. 

Rabu, 03 Februari 2016

Me used to be

Another song came from the same album  which I reviewed before, Dandelion.
I found this,
"I'll be fine" 
Today another day has gone,
and I'm still here alone stuck with the pieces of yesterday
Yesterday wasn't enough,
sometimes life can be so though without your love, once it's hurting you
What about faith? does it need conquer?
and you'll find this strength within you to go on
Singing nanananana~
Don't you worry
I'll be fine someday...
What is life without heartache?
Every time for build and teaches, us some new things everyday
Now this is faith. It does conquer
and it gives us strengthen hope to carry on
Singing nanananana~
Don't you worry
i'll be fine someday
.
What a proper song to resume my 'old' stories hahaha *waving hands* *bye*

It'll always good to say hello for Today, the best gift ever !